Berujung Bahagia. 

Samudra sepi ini terlalu luas

Kala sunyi mencekik hati kian mengeras

Derai badai luka mulai menerjang

Kala duka hati kian meradang.


Deru ombak yang semakin kuat

Membawaku perlahan masuk dalam keheningan tak berbekas

Semakin kuat deru yang ada

Semakin dalam kesunyian yang terasa.


Dibawah langit gelap gulita

Kau hadir membawa lentera

Mengajak ku ketepi samudra

Barang memecahkan suasana hati yang sedang nestapa. 


Kala itu semua gundah menjadi sirna

Tak adalagi resah yang terasa

Diselingi hangatnya mentari senja

Berharap semua bukan hanya semu belaka.


Hati ini mulai terang benderang

Bersama ikan berenang riang

Dibawah pohon kelapa

Engkau membuat hati kembali tertawa.


Terimakasih untukmu, Puan

Kau bak pelita dalam kesedihan

Kemarin sudah kubiarkan berlari tanpa angan

Yang didepanku hanyalah keceriaan yang tak berkesudahan.


Jakarta, 20 Maret 2017

Dekikuh, Awlita. 

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Melodi Hujan Bermemori. 

Sekilas berita pagi hari

Mata terbuka ketika ayam berkokok tiga kali

Berjalan menyusuri pelataran rumah tak terpagari

Cepat seakan menghindari terpaan dari langit fajar ini. 


Bergegas aku menyambangi sudut rumahku

Berjalan tak pasti seiring waktu berlalu

Aku mendapati banyak keluh kesah alamku

Salah satunya derasnya air menderu. 


Suara atap yang terhujani terdengar merdu.

Dengan melodi indah terpadu

Menjadi satu, seakan berirama menemani hariku

Serta, tak ingin semua ini cepat berlalu. 


Sekarang aku berusaha terus berjalan

Menapaki seluruh keluh kesah jalanan

Salah satunya burung caman

Terlihat berteduh dengan nyaman. 


Perduli setan atas wajah yang terhujani

Ku buat itu semua menjadi pengiring jalannya ironi

Biarpun sakit dikepala serasa menggerogoti

Namun tak seperih hati terhantam belati. 


Aku, ingin hujan ini datang disetiap ku membuka mata

Memainkan instrumental diatas atap

Serta menyebarkan aroma tanah sehabis hujan

Kuingini itu semua atas sebab kesukaan terhadap hujan. 


Jakarta, 18 Maret 2017

J (Initial) – Awlita

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Monokrom Kehidupan. 

#1

Aku membuka sebuah album klasik dalam kotak laci lamaku sore ini.

Tidak terasa aku dahulu sempat menjadi lembaran-lembaran monokrom. 

Aku hanyalah bayangan bayangan hitam putih halus ketika lahir ke bumi. 

Iya, semua orang akan merasakan titik monokrom. 

#2

Seketika itu aku masih sangat dini untuk mengetahui arti dunia. 

Tak ayal aku hanyalah onggokan sampah diantara seribu kisah.

Aku mencoba menelaah setiap deru nafas yang tersisa. 

Tetapi tetap lembaran monokrom tetap berada seraya memberikan petuah. 

#3

Aku kala itu tidak bisa berlari dengan riang. 

Kala itu aku hanya berusaha mengerti artinya senang. 

Aku juga kala itu tidak bisa belajar dengan mudah. 

Kala itu aku hanya berusaha menjadi seorang yang menggugah. 

#4

Aku masih mengingat wangi tanaman didepan rumah cat polos saat dulu. 

Aku juga masih hafal bagaimana caraku berteriak riang sampai fajar menghilang. 

Aku juga masih ingat betul bahwa ayah dan ibu sering memberikan kue coklat dulu. 

Aku juga hafal betul setiap hari ulang tahun aku bergembira sampai senja menghadang. 

#5

Lembaran album monokrom kala itu memberikan aku arti. 

Tentang apa artinya hidup. 

Tentang bagaimana harus berjuang. 

Tentang apa itu kesedihan dan kesenangan. 

Tentang bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. 

Tentang keindahan malam. 

Tentang kesunyian hari-hariku kala itu. 

Sangat banyak dan penuh arti monokrom ini. 

#6

Terimakasih monokrom atas kenangan terdahulu.

Terimakasih sudah merubah aku.

Terimakasih berusaha mewarnai kisah hidupku. 

Terimakasih sudah ada waktu itu. 

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

23:23.

Entah bagaimana memulainya,

Entah datang darimana kenangannya, 

Bukan aku tidak sanggup mengurainya, 

Aku hanya tidak bisa menjelaskannya.


Kapan kita bertatap parau saat kesedihan, 

Kapan kita bertahan dalam keangkuhan, 

Kapan kita tetap berdiri kokoh menguatkan, 

Kapan kita saling meninggalkan satu sama lain.


Mengingat semua itu hatiku kelu, 

Aku berusaha membuang semua lukaku,

Entah aku tidak bisa menghilangkan fikiranku, 

Mengapa kamu sungguh keji padaku.


Waktu itu kita pergi bersama di hari yang panjang, 

Kamu memintaku untuk kembali pulang, 

Tidakkah itu sungguh membuat hati tumbang, 

Aku bahkan seperti tidak bisa bernafas panjang.


Sekarang, kita sudah sama-sama berpisah,

Sekarang, kamu hanyalah kepingan hati yang pecah,

Sekarang, aku laksana bunga yang patah, 

Sekarang, kita adalah keluhan luka menggugah.


Jangan pernah mengingatku kembali,

Waktu itu kita sudah berjanji pada diri sendiri, 

Aku dan kamu hanya akan menjadi teman sejati, 

Pergilah tanpa menyiksa diri. 

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

#2 Motivasita – Tentang Cita-cita. 

Halo everyone! Kali ini gue mencoba untuk berbicara via tulisan soal cita-cita. Pastinya semua orang punya cita-cita dicapai entah sih akan tercapai atau tidak yang jelas adalah berusaha betul? Okesiplah. Langsung aja ke topik bahasan kita. Mari move on! 

Ngomongin soal cita-cita gue dari TK, SD, SMP, SMK sampe kuliah punya cita-cita yang beda-beda deh. Kalian juga gaksih? Mengalami hal yang sama kaya gue? Pasti sih ya. Dulu gue inget banget pas TK sampe SD selalu ingin jadi penyiar radio. SMP ke SMK pengennya jadi dokter walaupun pas SMP gue agak-agak ya otaknya walaupun kelas gue RSBI dan Unggulan tapi gue merasa paling bodoh (okesip) dan akhirnya gue melanjutkan ke SMK Farmasi karena Farmasi sama Kedokteran mah beda tipis belajarnya. Pasti gue lulus tes kedokteran nih! Ohiya, selain itu pas Kuliah gue bercita-cita jadi Tenaga Kefarmasian sambil keliling indonesia kalau bisa dunia. Gak cuman berkeliling tapi berbagi ilmu sambil jalan-jalan (cuman belom ada yang kesampean si. gue jalan ya jalan-jalan aja). 

I’m gonna telling you the truth. Nyatanya pas SMK gue gak lolos tes kedinasan apapun soal Kedokteran. Yang gue lulus malah Kesehatan Masyarakat dan jauh banget pun di UNAIR Surabaya. Akhirnya gue meneruskan lagideh jadi tenaga kefarmasian dengan susah payah move on dari jurusan Kedokteran. Ternyata? Oh Ternyata? Jadi anak kedokteran mah gila juga. Gue sampe semester akhir ini kuliah di Farmasi Prodi Industri agak nyesel juga kenapa gue harus milih kedokteran? Yaudahlah ya. Namanya juga cita-cita yang gak akan kesampean. 

Sekarang ini pengetahuan gue soal cita-cita kalian bisa baca ajasih dibawah ini👇 Soalnya gue juga mau menjelaskan apa itu mimpi dari perspektif diri gue pribadi. Silahkan dibaca!

Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. 

Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri. Kendati pun begitu, manusia juga memiliki batasan untuk mencapai cita-cita tersebut yakni takdir Tuhan. Karena semua yang sudah ada dialam dunia akan diatur oleh Sang Pencipta dan kita adalah yang menjalankan aturan semua itu. Terlepas dari terwujudnya cita-cita pasti semua akan tersampaikan walaupun tidak sesuai dengan apa yang kamu tujukan. Intinya, berusaha itu tidak salah dan terus berdoa untuk mencapai cita-cita guys. Tetap semangat! 

Kalo udah baca sampe akhir gue mau melanjutkan cerita gue diatas☝️ Semoga mudah dipahami sih ya.

Kalian paham kan kalo semua yang gue mimpikan dan dambakan diatas gak ada yang kesampean wkwkwkw. Pada akhirnya agak nyerempet ajasih, Farmasi Industri. Tapi gue gak sempet nyerah disitu. Gue tetep mencoba sesuai apa yang gue cita-citakan dulu. Waktu senggang gue dikampus gue gunain buat ikutan training penyiar radio disebuah radio swasta dan akhirnya kesampean. Selain itu gue terus nyoba di paduan suara dan menulis. Ya walaupun karya gue gaada bagus-bagusnya. Intinya belajar gak kenal waktu. Cita-cita juga gak kenal waktu. 

Akhir kata nih. Terus semangat meraih mimpi! Jangan menyerah pada takdirmu! Semangat, pejuang! 

Kamu adalah pemenang. 

Kamu adalah pejuang. 

Suarakan dan berikan apa yang kamu impikan. 

Berikan mereka kekuatan untuk bersamamu sampai terang. 

Sematkan dalam doa dan harapan hingga fajar menjelang. 

Kamu kuat, Kamu bisa.

Menggapai cita-cita! 

By Rislita Nindya Indriyani

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Trip – Bandung Kota. 

[ PS. Terimakasih Kaum_Elite beserta jajarannya. Terimakasih barudak bandungeun dan jajarannya. Terimakasih telah memberikan banyak pelajaran hidup. Keep positive vibes, everyone! ]

Hari itu kita beramai-ramai dijemput satu mobil. Karena emang cuacanya super duper dingin. Akhirnya berniat langsung nyari makan. Karena korea lagi ngehitz berniat jugalah ke Chingu Cafe, Eh full. Full dikeadaan perut sudah berteriak “aku lapar” akhirnya menurut barudak bandung terlove, Ayu bilang ada tempat makan enak yaudah deh dengan hati yang gembira kita semua semobil kesana. Eh gak seinget aku ada 1 mobil +2motor. Entah benar atau salah mengingat kejadian 2 tahun lalu kaya balikan sama mantan. Susah. Akhirnya ke Rumzat Simplisio / Pokoknya tempat makan ini deketan sama karnivor. [Karnivor makanan hitz bandung yang belum dicobain dari 2015 sampe 2017] 

Keesokan harinya, masih edisi jalan-jalan. Kita pokoknya ikut para abang-abang yang udah nyiapin tempat dan kitamah tinggal ikut aja. Lita lupa sih kemana aja. Yang jelas lembang udah full ya. Dari yang Dusun Bambu, Floating Market, Curug, Taman Bunga Begonia sama Bukit Moko. Sebenernya ada banyak. Cuman yang bisa diingat ya itu doang lol😂🌈

Intinya selama 7 hari berturut-turut bareng kalian banyak cerita dan pengalaman. Dari yang makan bareng, cerita bareng, nyanyi bareng, fangirling bareng, masak-masak bareng. Terimakasih banyak buat Nuy sama Ayu banget. Terimakasih oleh-oleh brownies tape mamahnya Nuy, Terimakasih bandungeun!😂🌈 

Ohiya, Disana juga sempet-sempetnya bikin gathering. Temanya Running Man sih. Terseru banget. Dan sejarah ketemu haters yang selama ini ngebully disosmed doang. Ini pertama kalinya sih, keluar kota ngetrip sendiri dengan jangka waktu 7hari. Kalau gak salah kita juga menargetkan habis uang 1juta untuk 7hari. Sumpah itu lebih banget. [Yey dasar wanita belanja kanan kiri] 

Seputar Gathering ala Running Man 2015 lalu. Disana kita bikin gathering gak cuman dateng nongkrong doang. Ada banyak gamesnya plus tempatnya masih sama Balai Kota Bandung. [tempat yang sama yang bikin bertahun-tahun tidak move on……] Games paling asiknya adalah gue disuruh dance-dance depan orang banyak sambil nyari clue untuk melanjutkan permainan selanjutnya. Beneran jadi the next gembel bandung kayaknya. Masih pada inget? WKWKWKWKWKWKW. 

Intinya. 7hari bersama kalian mah paling asik. Dan endingnya kita harus nangis-nangisan karena mikir “ah udah sibuk besoknya gak akan pernah ketemu lagi” kenyataannya gue bolak-balik bandung dan ketemu kalian lagi. Kenyataannya selalu berbalik. Gue fikir kita bener-bener akan pisah setelah kejadian ini. Terimakasih untuk persahabatannya! Bersyukur bisa kenal kalian semua!🌈 

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Fun – 8 Things That’s Really Make Me Happy! 

Notes. Sekali lagi for sure, from my deepest heart ini murni 100% curhat dan gue lagi dimobil untuk on the way ke Bekasi dini hari garagara Eclat’s ada event di Bandung. Jadi inilah kegiatan gabut gue selama dimobil. Mari disimak ajadeh. Kelamaan prolog dan monolog tanpa disadari. As usual. Okesip!!!! (btw maafkan bahasa gue kali ini. karena gue gabut asli. daripada gue ngeghibah atau ngelakuin hal faedah mending gue nulis yekan) 

#1 Kulineran. 

Entah kenapa gue menempatkan kulineran diposisi pertama padahal gue niat kurus. Alasan paling kuat gue adalah gue gak pernah berhenti dari yang namanya jajan atau nyobain makanan atau tempat baru. Setiap gue pergi ke suatu daerah rasanya gue musti banget pake banget untuk nyolek makanan khas daerah itu. Walaupun berasa goblok kenapa? Soalnya gue tinggal di Jabodetabek dan makanan khas sini ya gitu-gitu aja, yang bikin beda menurut perspektif gue adalah tempat dan rasa doang. Eh satulagi harga mempengaruhi. Berasa goblok kan? Nyobain itu-itu aja dengan cirikhas yang beda? Tapi asik. Makan for lyfe. 

#2 Tidur alias Sleeping Syantique. 

Kenapa ya? Gue emang suka banget tidur. Bagi gue pribadi tidur dapat menghilangkan segala kesedihan dan problematika hidup lo pada sebentar. Ya, walaupun sebentar. Tapi bagi gue pribadi, ngebantu memperbaiki emosi dan ketenangan gue. Setiap gue capek banget banget gue pasti langsung ke kamar dan tidur. Tapi ada yang gue bingung sih. Entah kenapa? Setiap gue ditempat orang lain dan ditempat yang berbeda gue gabisa dengan mudah tidur. Walaupun keadaan apapun. Kaya pas hiking ke gunung itu udah capek secapek-capeknya dah. Tapi sama aja anying. Kesimpulan gue adalah gue harus tidur ditempat yang gue kenal dan hafal. Tandanya gue belum mandiri. Fix! maafin dedek. 

#3 Chatting with Strangers. 

Entah ya. Gue anaknya followers banget deh. Gue seneng banget kenalan sama orang banyak. Sampai setiap minggu gue kadang pusing mau milih main sama siapa. Serius. Tapi followers gue di sosmed kece mah gak banyak. Gue anaknya gak pengen ngumbar banyak sih di sosmed. Prinsip gue yang paling utama saat temenan sama orang adalah “lu kenal gue begini adanya. gue gak ada melebihkan sikap atau gimana. gak perlu follow-followan segala macem. cukup kita follow hati kita biar jadi satu visi dan misi” gitu aja. Karena sekarang 2017 men, lu nyari temen yang beneran temen mah ibarat nyari jarum di sisa-sisa bekas padi. SUSAH ANYING. Jadi, gue selalu mencoba nyari hikmah dan berkah dari setiap pertemuan baru dengan orang-orang baru. “lu mau pemes gampang, yang susah nyari temen saat lu pemes pasti ada maunya doang atau mau panjat sosial.”

#4 Cinta Wifi Gratis.

Siapa lah yang gak suka sama wifi gratis. Karena gue termasuk mahasiswi tingkat akhir yang butuh banget internet super kenceng didunia gue. Jadi gue sering nyari wifi gratis. Gue tau banyak spot-spot kenceng di kampus. Gue asli banget suka ke cafe yang wifinya kenceng walaupun makanannya agak pricy. Tapi ya demi tugas gue dan kebutuhan lulus. Gak masalah bray, asal nyari duit juga. WAHAHAHAHA. 

#5 Travelling. 

Cukup klise tau gak? Kenapa gue suka travelling? Pertama karena dulu gue ngejalanin LDR dan cowok gue eh mantan deng anaknya followers kota juga. Jadi gue kebawa suasana untuk cinta keliling kota apapun. Seumur hidup gue pacaran, gak pernah ke mall bagus kalaupun ke mall? Cuman nonton. Makan mah tetep angkringan is the best forever. Akhirnya, sampe gue bebas dari ikatan orang tua nih gue cinta juga sama travelling. Atas dasar diri gue sendiri nyari kebebasan dan kebahagiaan sambil dapet inspirasi nulis pokoknya. Btw, lepas ikatan orang tua maksudnya gue cukup dilepas diumur 22 kaya sekarang. Asal gue ngasih kabar dan jawab telfon mereka, urusan kelar dan tahu diri juga terus bisa jaga diri gue sendiri. Thanks mamah dan ayah yang udah mengerti kehidupan anaknya! I love you! 

#6 Suka Makeup.

Jelas gue cewek. Biarpun agak caur sedikit. Sikapnya gak ada cewek-ceweknya pisan. Tapi gue termasuk updates soal makeup. Kayaknya enak gitu suka ngetrip sama travellingan tapi lo juga bisa bawa diri lo tetep cantik. Enak diliat juga. Gak ada salahnya lagian cewek dandan iya kan? Demi penampilan cantik. Kesannya cantik luar dan dalam. Mantapsouls! Gue saat ini selalu ngebawa makeup pouch kecil buat travelling dan pergi. Itu wajib dah. Anak gunung harus cantik juga kesannya gitu kali ya. Intinya gue tetep mau cantik disaat apapun. Sebisanya gue sesimple yang gue bisa lakukan. OHIYA, isi makeup pouch gue cuman bedak, lipstick / liptint, pensil alis, blush on, eyeshadow sama maskara doang. Gak harus banyak-banyak yang penting agak seger karena jalan-jalan bikin capek kadang. Apalagi ya, lu jalan bareng orang yang lu taksir tapi dia bawa ceweknya. Mampus ajadeh tuh!

#7 Nyanyi atau Akustikan.

Menurut gue, musik bisa mengubah hidup kita. Coba aja nih malem-malem lu gabut dan dengerin lagu yang semangat pasti semangat lagi. Sebaliknya kalo lu dengerin lagu sial alias galau mellow pasti lu juga sedih. Intinya, gue suka musik dan suka nyanyi. Walaupun suara gue gaada bagus-bagusnya lebih mirip kucing kejepit. Tapi, gue gak sama sekali nyesel terjun didunia permusikan walaupun kuliah gue kesehatan. Berasa goblok sekali lagi. Tapi yaudahlah ya. Gue emang passionnya disitu mau lu apain. Gak akan kelar. WKWKWKW. 

#8 Bikin bahagia orang lain. 

Gue merasa bangga aja bisa bikin bahagia orang lain. Alasan gue se-simple itu. Intinya bahagia itu milik kita semua. Jangan pernah lu sedih berkepanjangan deh. Nyusahin hidup banget. Apalagi galau berkepanjangan sama yang namanya cinta, berasa goblok lagi deh gue. Ya gitusih. Gue merasa hidup gue lebih berguna kalo bisa bikin orang lain bahagia dengan caranya mereka atau gue. Kayaknya senyum orang lain bermanfaat banget buat gue. Makanya gue suka ikut kegiatan kesehatan masyarakat dan edukasi buat liat mereka senyum. Jujur, orang yang senyum ikhlas itu sekarang sulit men. Jadi, gue berharap kalian bisa ikhlas tersenyum mulai dari sekarang. 

Segitu ajadeh curhatan gue. Blog ini kayaknya isinya campur aduk. Gue akan terus nulis walaupun gak ada faedahnya sih. Tapi yaudahlahya. Gue suka semua seni. Jadi gue mau jadi anak seni yang baik dan benar pastinya. WAHAHA. Goodbye!💟


With Love, 

Rislita Nindya Indriyani.