Fun – Playlist yang Gue Banget. 

[Notes. Kegabutan yang hakiki disaat ngerjain UTS take home dan dalam perjalanan menuju Bandung. Namanya juga Ruangnya Lita. Setiap kejadian menarik akan gue ceritakan bukan buat pamer tapi lebih kepada kangen-kangenan nanti ketika gue udah sukses. lol Aminnnnn]

[Semua lagu-lagu yang gue tulis disini, hampir tiap hari gue dengerin berkali-kali dan berulang-berulang. Entah baru atau lama. Gue anaknya gak peduli itu yang penting lagunya pas sama keadaan dan kebutuhan gue aja. Kalian gitu juga? Kalau iya buat juga dong wahahaha.]

1. Touch – Little Mix

2. Rock Bottom – Hailee Steinfeld

3. wHo – Zayn Malik

4. Back At One – Brian McKnight

5. Muara – Adera 

6. Versace on the Floor – Bruno Mars

7. I Blame On You – Taeyeon

8. Beautiful Soul – Boyce Avenue

9. Andai Dia Tahu – Kahitna

10. Dear No One – Tory Kelly

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Hari Kartini-ku. 

Pagiku hari ini berbeda. Aku membuka mataku dengan sumringah. Aku menyapa semua pagiku dengan riang gembira. Tidak seperti biasanya. Seperti biasa aku duduk di meja makan ditemani Ibu. Iya, ibuku. 

Ketahuilah, aku masih bersamanya sejak aku kecil. Walaupun aku tidak tinggal serumah lagi. Karena aku memiliki banyak kesibukan diluar sana, setidaknya hari ini aku bersamanya. Aku melewati pagi bersamanya. 

Aku bukanlah seorang anak yang baik untuknya. Aku paham betul, aku banyak melanggar janji-janjiku. Seperti malam kemarin, aku mengulangi kesalahanku. Pulang terlalu malam dan tidak memberikan kabar baik untuknya. 

Seringkali, Ibu menasihati. Seringkali beliau memberikan banyak masukan dan kritikan. Namun, aku tetaplah seorang manusia yang memiliki kesalahan dan hawa nafsu belaka. Aku bersikap acuh tak acuh darinya. 

Rasanya sungguh banyak keluh kesahku untuk beliau, Ibuku. Aku berharap aku tidak mengulanginya. Aku berharap aku menjadi anak berbakti. Aku berharap menjadi seorang yang berguna dan bermanfaat untuknya. Banyak harapanku untuk melihatmu selalu tersenyum. 

Jika difikir-fikir aku tidak mungkin akan sanggup menjadi dirimu. Mendampingi seorang ayah yang fisiknya sudah tidak sempurna dan renta. Menuntun anak-anak yang masih memiliki keegoisan sendiri untuk hidupnya. Menjalani aktivitas sendirian dan berjuang sendirian. Rasanya berat untuk aku pahami dengan cepat. 

Ah aku hanya mencurahkan segala kisah dan kasihku bersama Ibu. Sampai-sampai aku lupa hari ini, hari ulang tahunnya. Aku hampir tidak memiliki hadiah baik nan mempesona untuknya. Segelintir puisi mungkin dapat menjadi hadiah untuknya. 


Kau adalah puisi hati, Dikala gundah tak berarti, Kuingin kau selalu ada, Untuk aku kenang sepanjang masa. 

Kau sirnakan kabut kelabu, Dalam lebatnya sabana hutanku, Bagai embun pagi yang jatuh, Kau menghapus rasa hausku. 

Kau adalah samudra, Tempat hatiku bermuara, Mencari arti kehidupan, Dalam kesunyian. 

Kaulah matahari dan bintangku, Selalu ada menemani, Selalu ada menerangi, Dan selalu ada mengimbangi. 

Kau adalah pelangiku, Dalam hinanya awan hitam, Tidak menjadi temaram, Namun menjadi penguatku. 

Terakhir, kau adalah hidupku, Tanpamu aku bukan aku, Aku tanpamu kosong, Aku tanpamu bohong. 

Terimakasih untuk semuanya. Kasihmu selalu sepanjang masa. Aku mencoba menjadi yang sempurna untuk dirimu. Aku mencoba apapun untuk membuatmu selalu tersenyum. Terakhir, aku akan berusaha untuk membuatmu bangga jika pernah melahirkan aku ke dunia ini. 

Terimakasih Ibu, Terimakasih menjadi Hari Kartini-ku setiap tahunnya. Semoga aku kelak menjadi sepertimu, Kartini yang hebat dan kuat. Harapanku sekarang adalah melihatmu tersenyum melihat perjuanganku untuk tetap hidup dan mandiri dalam keras dan peliknya kehidupan. Terimakasih, Ibu!👋
With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Imajiku Tentangmu. 

Selamat pagi, kamu. 

Selamat menjalani hari-hari menyenangkan untukmu dari aku yang selalu mendoakan kebahagiaanmu. 

Tidak terasa kita sudah mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun lamanya. Bahkan larut dalam hubungan berkelit-kelit yang rumit, kebanyakan orang bilang itu cinta. Iya, cinta. Rasanya rumit seperti susunan puzzle yang tidak bisa aku pecahkan begitu saja. Sama seperti cinta, menurutku rumit dan tidak dapat dideskripsikan begitu saja. 

Banyak yang bilang “cinta itu menyenangkan” “cinta itu membahagiakan” bahkan “cinta itu buta” mungkin iya. Sebagian besar manusia menghadapi kesulitan saat ditanya soal “apa itu cinta” “apa itu kasih sayang” dan “apa itu mencintai” begitupula denganku. Aku masih saja bingung ketika mereka menanyakan itu semua padaku. 

Cinta aku deskripsikan tentangmu, Imajiku tentang Cinta selalu akan tertuju pada kamu. Entah datang darimana dan bagaimana bisa kita bersama sampai sekarang, detik ini juga. Banyak hal yang aku bayangkan saat bersamamu dan banyak hal yang aku dapatkan saat bersamamu. Intinya, aku tidak pernah merasakan kecewa atau sakit saat bersamamu. Hampir tidak pernah, aku berani jamin ini adalah kebahagiaan untuk diriku. 

Imajiku Tentangmu bergerak ke masa depan, Tentang Harapan dan Impian. 

Imajiku Tentangmu berjalan pada kecanduan tiada tara akan Kehidupan. 

Imajiku Tentangmu bermuara pada satu ikatan yang tidak Terlupakan. 

Terimakasih untuk segala keajaiban yang sudah kamu berikan untukku. Terimakasih sudah menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. 

Akhir kata, Imajiku Tentangmu adalah doa. Doa agar kelak kamu dan aku menjadi kita dan menjadi sebuah ikatan yang tidak dapat dipisahkan oleh dunia kecuali atas Izin Allah SWT, Sang Semesta. 


With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Memandang-mu Samar Bagiku Kini.

Aku dapat melihatmu bahagia. Aku dapat merasakan hatimu penuh suka. Bahkan menunggu-mu aku sanggup. Bilamana aku masih berdiri disampingmu, aku berhadapan dengan dirimu, bukan karena aku kuat. Karena aku lelah dan terlalu lelah melihatmu.

Aku paham betul, manusia memiliki kekurangan yang harus dipahami dan dimengerti satu sama lain. Aku sudah terlalu sering memahami maksudmu. Aku sudah terlalu sering membohongi diriku sendiri untuk tidak mengatakan mengeluh pada hubungan ini. Aku sudah terlalu lelah. 

Hatimu sudah tertutup kenikmatan duniawi. Hatimu tak bisa lagi kugapai seperti dulu. Aku juga manusia, sama seperti dirimu. Kini, aku kecewa. Kecewa akan semua yang kamu perlihatkan kepada dunia. Aku merasa itu bukan dirimu yang dulu, Iya kamu sudah buta kenikmatan duniawi. Mengejar popularitas demi sosial yang lebih tinggi.

Yang begitu mengkoyak seluruh hatiku adalah kamu melupakan semua yang kita lewati dengan susah payah dahulu. Aku berusaha tidak mengulang dan mengingat itu. Tetapi, Ya kita manusia. Berhak untuk melakukan apapun sesuka hati tetapi dapat mendewasakan diri. 

//Bilamana kamu hanya manusia biasa? Kamu fikir semua orang akan melihatmu baik? Tidak juga.//

//Bilamana kamu mendapatkan kesedihan dan kesusahan dengan siapa kamu bercerita dahulu? Aku selalu aku.//

//Bilamana kamu mengalami kesakitan, Siapa yang dahulu datang dan memberikan ucapan penguatan hati untukmu? Tolong ingat, Itu aku.//

//Bilamana kamu kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan, Siapa yang kamu hubungi untuk meminta pertolongan? Kalau bukan aku.//

//Bilamana kamu ingin pergi keluar dan menikmati suasana parau-nya alam Indonesia, Aku selalu bersamamu.//

Aku cukup muak dengan semua perlakuan tidak menyenangkan darimu. Bahkan terlalu sering aku menasihatimu untuk lebih mawas diri, kamu selalu berkata bahwa aku berisik. Aku sampai-sampai tidak mengetahui alasan utama kita berkelahi dalam untaian kata. Aku sudah tidak mengenal dirimu lagi sekarang.

Ada bagian dari dirimu yang terkikis setelah sekian lama kita berjumpa, Ada bagian dari diriku yang tergores luka setelah sekian lama kita berpamitan untuk pulang.

Aku sudah cukup berbaik hati padamu. Aku sudah cukup berdamai dengan amarahmu dan egomu sendiri padaku. Aku sudah cukup mengulang kisah yang dulu sudah aku jalani. Aku sudah cukup menyakiti diriku kesekian kalinya. Hanya untuk mengerti dan memahami maksud dan amarahmu padaku. 

Lantas? Begitukah kita hidup? Kita hidup untuk mencari kebahagiaan masing-masing. Kita tidak hidup untuk mencari kebahagiaan orang yang kita cintai. Kita hidup untuk meraih impian dan harapan demi orang-orang yang mencintai kita. Aku sungguh tidak rela untuk hidup menderita dengan berusaha membohongi hatiku sendiri. Aku masih memiliki hati untuk kuberikan kepada orang yang berhak membahagiakan diriku nanti. 

Pergilah! Pergilah! Sejauh mungkin. Aku memang lemah akan kepergianmu. Aku memang kacau dan parau melihatmu pergi dari hidupku. Tetapi aku memikirkan mereka yang bersusah payah membuatku bahagia. Membuatku merasa aku berguna dan bermanfaat untuk mereka.

Aku siap! Aku siap! Kehilangan seluruh jiwa dan ragamu sekarang. Karena aku yakin, Tuhan tidak akan pernah salah menitipkan seseorang kepadaku. Aku yakin, hidupku akan lebih berwarna dan bermega sukma laksana matahari pagi terangnya setelah kamu pergi. 

Bahwa pada akhirnya aku mengerti tidak semua perasaan harus diterima bahagia. Memikirkan dirimu abu-abu bagiku. Aku bahkan tidak bisa memilah mana kebahagiaan dan kesedihan. Aku mengerti, perasaanku tidak harus dimengerti olehmu. 

Aku siap kehilangan dirimu, Sebagaimana kamu siap melepaskan diriku.

//Belajarlah sebelum Berasumsi. Dengarkan sebelum Memaki diri. Mengerti sebelum Menghakimi. Merasakan perasaan sebelum Menyakiti. Berjuang sebelum Muak dan Pergi.//
With Love, 

Rislita Nindya Indriyani 

Larik Kehilangan. 

Selamat pagi, pagi ini aku terbangun dengan hati setengah-setengah. Aku kalut dalam bayangan semu dirimu yang muncul dalam setiap mimpiku. Terimakasih, Tuhan telah menunjukkan yang pantas diperjuangkan. 
Tahukah kamu? Sebelum aku memutuskan keputusan yang aku pahami sangat sulit. Hari-hariku bimbang, tak tahu tempat mengarah kepada siapa dan entah untuk apa. Aku buta. 

Keputusan itu memang berat. Aku mengerti betul bahwa berat. Tetapi kamu terlihat bahagia dalam kemelut ujian dari Tuhan. Kamu fikir bahagia bukan ujian? Itu ujian. Kamu sudah buta akan kehidupan.

Yang masih menyisakkan sakit adalah kamu berhasil dengan cepat, bahkan seperempat detik saja untuk melupakan kisah yang sudah dilewati. Memang terlihat biasa dan konyol, Namun aku bersyukur. Amat sangat bersyukur. 

Perihal aku menyindirmu didalam lapisan lembar kegiatanku. Aku hanya bersifat jujur atas apa yang sudah dan dapat aku lakukan sebelum dan sesudahnya. Aku mengerti bahwa itu sakit. Tetapi hatiku lebih sakit. Wajar bila aku mencurahkan semuanya.

Sejenak kita butuh mengulang kejadian yang sudah dilewati. Ini adalah kenangan terbaik bagiku, setidaknya perpisahan ini memiliki banyak hal positif. Aku berharap aku menjadi orang yang lebih baik dan lebih bisa menerima segala Takdir Tuhan yang ada. Ya, Semoga. 

Pertama, Sewaktu aku masih tidak memiliki penghasilan dan masih sangat sungkan untuk meminta bantuan orang lain. Kamu menyiapkan rumah untuk aku mencurahkan segala isi hati. Kamu berhasil membuatku menjadi seorang pendengar yang baik, Terimakasih. 

Kedua, Sewaktu aku belum percaya akan keindahan alam Indonesia. Kamu juga berhasil membuatku menelusuri banyak jalur kesakitan dalam pendakian. Rasanya ingin mengeluh, Aku sempat rusak disaat semua orang menyemangatiku. Lagi dan lagi, Terimakasih. 

Ketiga, Paling spesial dalam hidupku. Bahkan masih menjadi satu-satunya kisah terbaik. Aku berhasil menaiki puncak lagi bersamamu. Iya walaupun sekadar begitu saja. Seadanya dan apa adanya. Tetapi itu diadakan setelah hari Ulang Tahunku yang ke-22. Iya, Terimakasih banyak.

Banyak hal yang seharusnya aku bisa lupakan dengan mudah. Namun, semuanya memang terasa masih nyata dalam imajiku. Walaupun penuh luka dan derita, Nyatanya kamu masih menjadi bayangan dalam hidupku. 

Yang aku rasakan adalah aku sulit tertidur. Aku hampir putus asa untuk merasakan nyamannya kasur kamarku. Semua tidak lagi seperti dulu. Aku sudah berusaha berfikir positif, Namun pada kenyataannya melupakan tidak mudah. 

Aku pernah mendengar pernyataan seperti “Apakah kamu menyerah? Apakah kamu ingin terus berjuang? Berjuanglah jika mampu dan Beristirahatlah ketika lelah” Iya aku sudah berjuang dengan keras kala itu. Nyatanya, Ya kamu tetap membuat kepercayaan untuk bersama orang lain.

Bahkan ketika semua orang berusaha meyakiniku, Bahkan ketika semua orang berusaha membuatku percaya. Kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku berhenti meyakini dan mempercayai dirimu sendiri.

Ohiya, ada beberapa hal yang membuatku lebih sakit daripada biasanya patah hati. Kamu berusaha baik kepada semua orang saat kamu sendirian dan kesepian. Kamu membuatku pernah meyakini bahwa aku satu-satunya. 

Bahkan yang lebih mengkoyak hatiku terlalu dalam adalah saat banyak kenangan yang kamu kisahkan kepadaku begitu sakit dan tidak dapat dilupakan. Kenyataannya, Kamu pergi dan menghilang dengan mudah. 

Seringkali aku mengcap diriku buta. Buta akan semua hal yang tertanam padamu. Aku pernah hampir mengucapkan semua rasa ini kepadamu. Tetapi, begitulah manusia. Aku terlalu munafik untuk bilang cinta kepada orang lain. 

Sedihnya adalah suatu kisah aku mendapati pesan tidak mengasikkan dari dirimu sendiri. Kamu mengatakan aku tidak jelas. Walaupun sebatas tidak jelas tapi membuat pukulan keras pada diriku keesokan harinya. Aku lebih kuat, Terimakasih. 

Sampai akhirnya aku berhasil pergi sementara. Tetapi beberapa hal menguatkan aku untuk tidak berkelahi dengan orang yang aku cintai. Yang sudah aku block dan delete. Aku berhasil unblock dan addback kehidupanmu.

Mungkin kalian benar. Ini adalah kesalahan besar. Tetapi aku belum siap. Hatiku belum siap menerima kepergianmu begitu cepat. Aku memang lemah, sangat lemah hati. Aku tak tahu sekarang bagaimana hidupku selanjutnya. Aku memang sungguh bodoh urusan cinta. 

Yang aku sungguh sayangkan dari kamu tetapi banyak. Salah satunya kamu benar-benar melupakanku, Asik dengan duniamu sendiri, Mungkin aku tidak dapat menerima takdir. Dahulu kamu menganggapku ada, Sekarang kamu punya seseorang yang bisa diandalkan.

Dulu kita pernah saling memahami satu sama lain, mengerti satu sama lain, sayang satu sama lain. Tidak bisakah rasa itu tidak hilang begitu saja. Aku merindukannya. Aku merindukan kamu yang dulu. 

Mungkin sekarang kamu sedang berada dipuncak jenjang sosialmu. Aku paham orang seperti itu akan melupakan semuanya. Tetapi aku merasa ini tidak adil. Ketika kamu tidak memiliki siapa-siapa kamu pergi kepadaku. Sekarang, Aku kehilangan semuanya. 

Sekarang aku hanya dapat berfikir sepositif mungkin. Berfikir jika kamu memang sibuk adanya. Berfikir aku juga sibuk untuk menata hidupku kembali. Aku masih tidak dapat melupakan semua itu. Semua punya ruang. Aku menempatkan kamu pada ruang kehidupanku. 

Terimakasih sudah pernah menjadi yang terbaik dan paling baik. Terimakasih sudah pernah menjadi yang terindah dan paling indah. Terimakasih sudah pernah menjadi kenangan terkenang dan paling kukenang. Pasti aku mengingatnya sepanjang hidupku. 

With Love, 

Rislita Nindya Indriyani.