Rumah.

Berkelana tanpa batas
Merah dan tegas
Nampak paras — keras
Tangan dibawah, Kaki diatas.

Berkereta dengan jejak
Seraya berlindung tombak
Lirih anak-anak berdecak
Keramaian setelah pijak.

Tatap matanya penuh haru
Kereta malam membiru
Selalu kencang melaju
Umpama peraduan tertuju.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Lagu, Palsu, Kelabu.

/1/
Dentuman musiknya mengalun merdu
Burung camar menari bersamaku
Tatkala senja mencemari hatiku
Masih saja lagumu mengalun ditelingaku.

/2/
Rasanya kurang bila hanya mendengar
Kujumpai lagumu dalam setiap bilik-bilik kamar
Sayupnya terdengar sampai kuping memar
Tetapi ada hal yang tidak bersinar.

/3/
Barangkali kamar ini bukan tempatmu
Kembali aku menyusuri sudut ruang biru
Tak ayal aku lelah selalu mencarimu
Berikan aku kode untuk memiliki lagumu.

/4/
Seluruh tenaga dan kekuatan sudah kuberi
Namun aku berharap kita bertemu sekali
Bahkan aku mendengar lagumu kembali
Bawa aku jauh-jauh bersamamu pergi.

/5/
Lelah aku menanti semenit lagu kisahmu
Semuanya terlihat kaku, membelenggu
Tidak ada harapan yang dapat mempertemukanku
Semuanya hanyalah bayangan palsu.

/6/
Aku tersadar akan hadirku sekarang
Aku tersesat karena terlalu banyak ilalang
Seperempat menitku habis tidak bersarang
Bahkan tidak kutemukan lentera penerang.

/7/
Mataku sudah berbinar-binar
Bahkan diriku sudah parah bernanar
Meredam seluruh egoku sampai memar
Tetap saja lagumu sudah tidak terdengar.

/8/
Aku mengitari seluruh ruangan parau
Pijakan yang terinjak serasa rindu lagumu
Tidak-kah lagumu kembali padaku
Atau aku hanya seorang yang kelabu.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Kepada Entah.

Perihal Cinta sudah termaklumi
Sajak rayuannya meluruh penuh
Rasa tak pasti selalu menghantui
Aslinya sudah hancur meluruh.

Perihal Hidup meski terluka
Harapan terus berlari entah kemana
Senyawa dalam tubuh tidak bersatu
Hidup segan namun mati tak mau.

Masih saja mengharap rindu
Berujung gelisah dirundung pilu
Kepada entah aku mengadu
Bahkan peraduanku sudah berlalu.

Kepada entah aku berharap
Tersematkan doa dalam pelukan
Terdapat hidup sentosa dalam hangat
Meskipun harus mati kudapat.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani