Bandung.

/1/
Mengulangi tiga tahun lalu yang bermakna,
Sebagian menarik untuk kembali berjumpa,
Cantik dan Rupawan, Warna dan Kias rasa,
Sejuta pesonamu menghantarkanku,
Pada secercah harapan dan rasa cinta,
Seluruh kota dan desa saparua kita bersama.

/2/
Mengitari sekeliling kota dan terutama braga,
Seluruh kabut cantik dari Lembang sana,
Tak urung jua membuat hati benar kecewa,
Walaupun banyak kisah-kisah tak bahagia,
Persahabatan sungguh menjadi nyata adanya,
Kala tertawa mengiringi renjana senja bersama.

/3/
Jikalau waktu seraya mendukung hatinya,
Pilu bahkan kelu hanyalah sebagian cinta,
Yang bisa membias ketika melupakannya,
Sama seperti menikmati Jalanan Bandung Kota,
Lika-liku kota bukan jadi penghalang cinta,
Seperti aku mencintainya dengan pelbagai asa.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Satu Malam di Gunung.

Dan sudah malam hari; Penantian,
Masih mencari tempat berpijak,
Mengeliling sekitar dengan sangat bijak,
Tak kunjung jua kujumpai peraduan.

Dan sudah terlalu larut malam; Pergumulan,
Antara siang dan malam yang semakin caur,
Di Antara orang-orang yang bepergian jauh,
Bersatu darah, mengalir dalam nadi pribadi.

Dan diantara pendakian; Pemberi Mimpi,
Setitik ruam pada hati lantaran mengeluh,
Sebening nurani mencapai puncak sejati,
Perkawanan senantiasa jadi berkah abadi.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

#3 Motivasita – Mimpi.

Pernah seringkali; yang selalu dibanggakan gagal bahkan hanya menjadi tumpukan sampah yang tersusun rapi diatas perapian angan.

Pernah seringkali; yang selalu dirasakan tidak menjadi asa. Ia hanya menjadi abu yang tidak akan pernah mungkin tersusun menjadi sesuatu yang nyata.

Pernah seringkali; yang selalu diinginkan tak kamu dapati diantara bilik harapan. Ia menjelma bagai debu yang seketika jika tertiup angin tidak akan terlihat kembali.

Pernah seringkali; apa yang selalu dicapai hanyalah asa tanpa rangkaian bentuk nyata. Bahkan untuk menjadi sebuah reaksi dan aksi saja tidak akan mungkin terjadi.

Sekali lagi— Mimpi pernah gagal. Bukan karena kamu produk gagal atau bualan nihil. Bukan karena kamu tak berjuang dan berhenti sia-sia. Bukan juga karena kamu bukan seorang yang istimewa atau kaya raya.

Sejadinya- Perihal Mimpi;

1. Jika kamu ingin membuat mimpimu jadi kenyataan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bangun. Bangun untuk berjuang dan meraihnya dengan baik.

2. Semua impian kita bisa menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya. Bukan hanya cinta yang kamu perjuangkan, bahkan mimpimu adalah segalanya.

3. Untuk mencapai hal-hal besar, kita tidak hanya harus bertindak, tapi juga bermimpi; tak hanya berencana, tapi juga percaya.

4. Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui sihir; ia membutuhkan keringat, bakat, dan semangat serta kuat. Bahkan harus menguatkan daripada rindu.

5. Sebarkan kebahagiaan. Mimpi adalah bebas. Bebaskan mimpimu, bebaskan dirimu. Tidak serta merta lupa akan nilai-nilai mencapai mimpi namun taat menjadikannya arti.

Sekali lagi; tegakkan anganmu—
Aku adalah seorang pemimpi. Aku harus bermimpi dan meraih bintang-bintang, dan jika aku gagal meraih bintang maka aku akan meraih segenggam penuh awan. Walaupun tegak tubuhku tidak ada lagi, Aku masih bermimpi tegak.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.