23 Januari 2018.

23.

Bukanlah sebuah angka baik ataupun buruk bagiku, melainkan angka yang akan terus berjalan seiring berjalannya waktu dan sampai waktuku sendiri habis di dunia ini. Hampir 23 tahun sudah bertahan hidup bersama dunia yang sewaktu-waktu bisa memuntahkan semua isinya dan mengakhiri batas pencapaiannya sendiri. Sebelum semuanya terlambat, 23-ku harus lebih bermanfaat. Dibawah ini adalah sederetan kisah dan peristiwa serta hamparan doa dan harapan yang terucap ketika 22-ku berlalu berganti 23. Semoga kalian mendapatkan pengalaman dan aku mendapatkan berkah agar selalu bersyukur.

Tepat tanggal 23 Januari 2018 bertambahlah umurku. Iya memang bukan waktunya lagi untuk bermain, sekedar hip-hip hura apalagi melakukan hal-hal yang tidak berguna dalam hidup. Jika dihitung dengan benar maka sekarang sudah 23 mendekati 25. Hanya kurang 2 angka untuk berada di taraf menjadi wanita yang sesungguhnya. Bukan. Menjadi seorang wanita yang dewasa dan memiliki kehidupan bersama orang lain yang sudah sah menjadi imam kedepannya. Semoga disegerakan dan diberikan berkah terbaik. Aamin allahumma amin.

Alhamdulillah, syukron bisa sampai diumur yang sekarang dengan segala bentuk apresiasi dan pencapaian tercapai. Perjuangan dan pergolakan batin sudah dirasakan dan disyukuri sebagai bentuk nikmat yang tiada tara. Memang belum sukses namun bisa bangkit dari diri yang buruk dan mendapatkan banyak hidayah tidak mudah, tidak semua dapat merasakan itu dan mengolah itu sebagai nikmat dan syukur. Dan lita bangga bisa melakukannya dengan keikhlasan dan ketabahan. Tahun ini tahun terbaik dari 2017 kemarin. Tahun dimana semua yang dicita-citakan terwujud dan hampir sama sekali gak ada kesedihan didalamnya. Hanya ada sedikit kesalahan yang mana manusia memang sering khilaf dan mencoba untuk berubah lebih baik.

Kehidupan baru sama halnya dengan lembaran-lembaran kain yang polos tanpa warna dan ceritamu akan mengisi kain polos itu berwarna dan ceria. Walaupun sebagian cerita tidak selamanya ceria terkadang ada hitam putih didalamnya. Tapi itu semua adalah milik kita, kain baru itu sah hak milik kita hingga catnya atau sebut saja waktu dan umurmu habis. Maka ketika itu semua ada, kain polosmu selamanya akan berwarna putih bercampur wangi-wangian asal usulmu sebut saja tanah. Dan kelamaan, pensil yang bergerak anggap saja tubuhmu sendiri hilang dimakan usia senja. Iya memang seperti itulah kehidupan, teman.

Tetapi ada sesuatu hal yang istimewa dari perjalanan cerita di kain polosmu, termasuk aku. Banyak coretan yang tidak jelas dan abstrak dari orang lain. Nampaknya kita tidak hidup sendirian di dunia ini, kamu salah apalagi aku jika berfikir kita akan sendiri untuk menapaki jalan kehidupan duniawi. Orang lain juga ingin menghiasi kain polos kita dengan segenap cinta dan kasih sayangnya walaupun tidak semua orang akan memberikan itu. Tidak bisa dipungkiri sebagian orang akan meninggalkan jejak-jejak merah sebut saja kebencian dalam kain kita. Tapi itu sekali lagi kehidupan. Kamu tidak akan mungkin bisa lari darinya apalagi pergi dengan mudah. Sekalinya kamu pergi begitu saja, bercak merah itu terus ada hingga kamu ikhlas dan tulus menerimanya.

Namun ada satu hal yang tidak bisa kamu hapuskan dari kain polosmu begitu saja. Semuanya tidak akan pernah sempurna karena memang kita manusia tempat salah dan khilaf berada. Cerita-ceritamu yang tertuang rapi dan apik di kain polosmu tidak dapat dihapuskan apalagi dilupakan begitu saja. Terdapat fase menerima dan mengikhlaskan semuanya. Kenyataannya, kita hidup dengan pelbagai asa dan nafsu belaka. Bohong jika dirimu tidak pernah berbuat egois dan ingin dirimu ternilai lebih baik dimata orang-orang sekelilingmu. Terkadang kita pernah melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tak disengaja melukai orang lain. Itulah bagian dari hidup yang harus diperbaiki. Karena hidup adalah masalah yang harus diselesaikan dengan baik.

Tentang memperbaiki kain polosmu (termasuk aku) menjadi lebih baik adalah suatu proses pendewasaan diri. Melakukan sesuatu yang lebih baik dan berusaha lebih sabar. Banyak sifat baik yang masih belum bisa kamu tonjolkan dalam kehidupanmu sendiri. Banyak nasihat baik yang terkadang tertutup rasa amarahmu sehingga terlihat memojokkan diri sendiri. Lama-kelamaan hatimu akan kuat dan menerima semuanya. Lama-kelamaan, bercak merah dan buruk dalam kain polosmu tertimpa hal baik jika kamu (juga aku) bisa melewati dan menjadikan mereka adalah sebuah fase bersyukur dan bertawakal untuk kebaikan hidup kita sendiri kedepannya (masa depan tentunya).

Dan disini kain polos pertamaku terbuka, 23 Januari 1995.

Seiring bertambahnya umur, kain-kain polos yang lain terbuka dan cerita serta hidupku tertuang didalamnya. Sejarah pun terangkai rapi disana. Disini semuanya akan terus terisi satu demi satu dengan semua warna.

Lantas, terimakasih untuk semua ucapan, kado yang sampai dan doa yang tercurahkan. Ini bukan perayaan melainkan rasa syukur sekali lagi. Di tahun ini semoga bisa lebih baik lagi, lebih sabar, lebih mandiri, lebih dewasa dan lebih bisa memantaskan diri untuk mereka yang sudah bersusah payah membuat lita semangat menjalani hari-harinya. Terimakasih yang mendalam untuk kalian yang niat dan terlalu kreatif. Terimakasih atas segala cinta dan kasih sayangnya. Semoga semuanya berbalik dan aku senang kalau kalian bahagia. Semoga malaikat menjabah doa dan mengembalikan doa kalian untuk aku ke diri kalian masing-masing. Sesungguhnya berkah dan nikmat dari Allah SWT itu senyum mama, bapak, adik – abang dan kalian semua yang ada dihidup lita sampai saat ini. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menyelamatkan kalian yang sudah tersenyum setiap harinya buat orang lain.

Percayalah, setiap kain polosmu terangkai dengan baik dan sempurna walau ada cacat didalamnya masih dan akan selalu ada Allah SWT dan doa-doa orang yang mencintaimu. Terimakasih diriku sendiri.

Selamat Ulang Tahun, Rislita Nindya Indriyani.

10 Playlist Terbaik 2017.

1. Alika – Aku Pergi

2. The Sam Willows – Save My Self

3. IU – Dear Name

4. Nadya Fathira – Jauh

5. Girls Generation – Light Up The Sky

6. Raisa – Nyawa dan Harapan

7. Adera – Muara

8. Tulus – Manusia Kuat

9. Shania Twain – You’ll Still the One

10. Jona, BoybandPH – Till the End of Time

Ya, jadi semua lagu-lagu diatas punya tempat dan kenangan sendiri selama 2017 makanya sampai bilang terbaik versi aku sendiri ya. Tapi paling spesial banget yang selalu gak lupa diplay Tulus sama IU. Mereka terbaik sih. Paling terbaik diantara semuanya. Gitu ajasih soalnya gabut makanya bikin feeds kaya gini. Hehe.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Manusia dan Gunung.

Sekali lagi, sayang. Bukan gunung yang wajib kita taklukan, apalagi dambakan melainkan diri kita sendiri. Sebab mulanya tidak semua orang bisa menikmati dan mengambil berkah dari sekian banyak perjalanan.

Bukan juga samudra awan yang wajib kita kejar melainkan cita-cita dan harapan kita sendiri. Bahkan seringkali kamu menghakimi orang lain atas perbuatan mereka tanpa mengetahui yang sebenarnya.

Sungguh, menahan cinta & amarah adalah ujian terberat disini. Jikalau kita masih bisa tidak memikirkan ini semua, kita bukan seorang yang berhasil untuk menaklukan diri sendiri dan bertahan atas kesakitan selama perjalanan.

Jadi kamu termasuk orang yang mana?
Semoga masih berguna, berkarya dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Kesunyian.

Perihal tentang kesunyian,
Aku dijabarkan untuk memahami cinta pada ketulusan yang puncaknya keikhlasan.
Aku dipaksa untuk menerima rindu yang kedatangannya berupa titik semu.
Aku diartikan pada diriku sendiri yang tak kutemui dalam bilik jiwaku sendiri.

Seandainya kesunyian berada pada keramaian,
Menjelma bagai penjagal yang bersiap memenggal jiwa-jiwa yang bersalah.
Mungkin, mungkin………….
Aku mati dipenggal kisahku sendiri.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Landskap.

Tua, senantiasa menanti masa.
Pohon berbisik dan nyanyian suci terjaga.
Senantiasa bersama.
Bersama hilangnya matahari pertama.
Langitnya begitu merah merona.
Seteru nyiur pohon menjawab.
Begitupun, cinta kita sayang.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Duka.

Tertegun pukul satu malam,
Dengan keadaan sunyi senyap temaram.

Entah mimpi atau perasaan,
Aku melihat diriku sendiri mengendap-endap dalam keheningan malam kelam,
Mencari sesuatu yang nampaknya suram,
Tebak apa yang ditemukan dalam diam.

Lunglai dalam sebuah peringai malam,
Terlihat aku menulis dengan pensil hitam,
Kata-katanya banyak coretan dan terbata,
Huruf-hurufnya banyak cacat dan luka.
Malang sekali nasibnya.
Dirundung duka, lara.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Terimakasih.

Kepada orang-orang yang;

Selalu bertanya dalam gelap “Apa kabar” “Apakah harimu menyenangkan”,
Tanpa tersadari sebagai pembangkit abadi.

Selalu menyapa dalam keramaian “Hai”,
Yang tidak lupa akan sosok diri kita sekalipun tak urung berjumpa menatap mata bersama,
Sejadinya inilah penghargaan harga mati.

Sesederhana katamu pada hati,
Nampaknya tak urung jua sekarat dan mati,
Sesederhana huruf dengan kalimat inti,
Jangan pernah mati, aku ada disini.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.