Kepada Hembusan Nafas.

Tarik dan hembuskan nafasmu dalam-dalam,
Sampai semuanya terasa sakit dan pelan-pelan mengeluarkan segala resah dan gelisah dalam dirimu sendiri. Sampai rasanya tak ada yang tersisa dari dirimu sendiri melainkan hanya seonggok tulang belulang yang tak pernah mengerti apa artinya hidup dan tujuan hidup sendiri.

Sekalipun nafasmu sangat pendek dan tak pernah terasa berhembus lagi dalam dirimu. Tak perlu berkuat atau menguatkan diri sendiri untuk mencari nafas yang panjang. Sekalipun nafasmu sangat panjang dan tak bisa berhenti secara mendadak dalam dirimu sendiri. Tak perlu lelah ataupun bersusah-payah untuk menghentikan dan mencari nafas yang pendek.

Setiap manusia pernah mengalaminya, termasuk aku yang pernah menghentikan nafasku yang sebetulnya roh-ku sendiri masih hidup. Aku masih hidup namun ragaku entah.

Tak jarang manusia-manusia lain sepertiku mengutuk dirinya sendiri sebagai manusia yang nafasnya pendek dan tak kuat untuk berada pada posisi yang membuatnya ingin mengakhiri semuanya dengan mudah. Setiap manusia pernah ada dititik terbeku dimana nafasnya hanya sanggup untuk berjalan namun tak sanggup untuk berfikir.

Sekali lagi, tarik nafasmu dalam-dalam,
rasakan roh-roh yang membayangimu sedari tadi untuk merasakan apa yang kamu rasakan jua. Bukankah mereka sama saja. Hanya saja mereka menutupinya dengan genggaman dunia. Hati mereka tidak lagi bekerja pada semesta dan doa. Hati mereka hanya terpaku pada dunia seolah dunia segalanya. Hidupnya sudah gelap, nafasnya sudah renta, senyumnya sudah muram dan kurasa roh-nya tak ingin tinggal berlama-lama disana.

Kepada hembusan nafas yang masih bertahan;

Kuatkanlah mereka, Sederhanakanlah fikiran mereka bahwa hidup tak hanya soal rapuh dan kelu jiwa.

Terangkanlah mereka, Bulatkan tekad mereka bahwa apa yang terlihat sebetulnya hanya bayangan yang tak akan jelas jika tak dilakukan seketika.

Hilangkan segala rasa takut dan waspada mereka akan kenangan-kenangan terpahit dan terkelam dalam sejarah hidup yang pernah ada.

Bawalah dan Terbangkanlah perasaan hampa dan kehilangan pada diri mereka seperti nafas yang mudah pergi kemana ia suka.

Rangkul dan temani jiwa-jiwa yang membutuhkan rasa dan asa tak hanya menjadi belenggu semata demi dunia.

Sebab, Tuhan tahu benar yang terbaik bagi umatnya terlepas golongan dan agamanya.

Terimakasih Bekasi, 16 Februari 2018.

[Setetes berkah pagi ini — Bersyukur]

Surat Al Araf ayat ke-10

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

Bagiku Menulis.

Tulisan ini aku buat semata-mata menjawab beberapa pertanyaan sahabat dan sekitaran teman innercircle komunitas menulis juga. Aku berharap dengan adanya ini kita yang mencintai sesuatu tidak setengah-setengah untuk memperjuangkan dan terus belajar. Apapun yang kita hasilkan kelak tidak ada yang tidak baik, tidak ada yang buruk juga. Semua memiliki kapasitas dan kemampuannya sendiri. Dan aku sangat amat bersyukur bisa mengenali kalian satu-persatu. Semoga kita terus bersilaturahmi dan bagi yg belum bertemu bisa segera bertemu. Amin!💖

Karena ini random jadi langsung aja yah ke pertanyaan dan jawaban-jawaban dari aku. Ya semoga banget bisa membantu. Sebab aku membuatnya dalam rangka tidak bisa menemukan rasa lelapku. Love you all!💖

Q : Pertama-tama suka menulis sejak kapan dan bagaimana?

Jadi, aku memang anaknya suka sekali dengan imajinasi sejak TK. Sampai SD seingetku aku masih suka berimajinasi. Kata guru sewaktu TK aku dianggap mulai bisa nulis dan baca diawal aku masuk sekolah. Padahal setelah dikroscek ke orangtua aku sama sekali gak diajarin itu hanya disuruh baca. Dan waktu TK 0 Besar aku alhamdulillah udah bisa baca koran (pokoknya mah bacaan yang panjang). Dan disitu aku suka banget yang namanya nulis dan seni. Itu terus berlanjut sampai SD aku masuk ekstrakulikuler seni musik dan main pianika dari lagu-lagu baru yang ngetrend saat itu. Hehe.

Q : Lantas, setelah itu apa yang dilakukan untuk tetap terus menulis?

Ya semakin bertambahnya umur aku berusaha mengerti Bahasa Indonesia yang lebih luas. Tentu kualitas tulisan bertambah dan aku terus belajar dari orang lain sekalipun tulisan Anak Kecil. Menurutku tulisan anak kecil adalah tulisan yang sangat-sangat jujur dan tidak memperdulikan dunia. Alangkah indahnya dunia mereka, mungkin begitu ya. Singkatnya tidak pernah mencoba untuk menyerah dan tidak belajar. Semua tulisan indah hanya saja ada yang bisa memperkaya dan memperindah ada yang tidak.

Q : Sekarang, Menulis menurutmu itu apa?

Oke. Menurutku begini menulis adalah 1/6 bagian dalam hidupku. Terkadang aku harus menuliskan beberapa kejadian yang tidak dapat aku lupakan namun tidak dalam bentuk curhatan semata. Rasanya aku ingin mengubahnya menjadi bahasa yang indah dan dapat dinikmati orang banyak. Bukan untuk mencari nama tetapi aku yakin sangat yakin kita semua punya perjalanan hidup dan akan diabadikan dalam kenangan dan memori bahkan cetaknya menjadi foto. Aku juga akan seperti itu bedanya aku menulis dan memfoto semua yang berkesan.

Apalagi ya aku berharap orang lain mengambil hikmah atas apa yang aku dapatkan dan menjauhi keburukan yang terjadi pada diriku juga. Karena aku percaya kita disini hidup hanya sebentar dan tidak ada salahnya untuk saling memberi dan berbagi. Biarlah orang lain bilang kita cuma umbar-umbar agama dan sebagainya tetapi aku senang kalau ada temanku yang bilang tulisanku menjadi bermanfaat dan berguna. Aku sebenarnya juga ingin sekali jadi menginspirasi walaupun aku hanyalah petugas rumah sakit biasa dan cuman bisa jalan-jalan irit. Satulagi keahlianku tidur. Wahahahaha.

SELESAI 🌿🌷🌿

Rasanya segitu ajadeh curhatanku.
Btw aku mau ngucapin terimakasih banyak untuk kalian yang udah rajin dan mau buka wordpressku. Awal tujuan ini dibuat untuk mengumpulkan apa yang aku tulis sebetulnya di instagram bisa namun aku lelah harus upload dan updates disana. Aku lebih bisa menulis dan berekspresi di wordpress. Dalam kurun waktu 6bulan aku bisa sekitar 50lebih tulisan. Wkwk. Terimakasih banyak ohiya jangan lupa jika ingin ada kolaborasi dan sebagainya bisa menghubungi aku dengan secepat-cepatnya.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

#4 Motivasita – Better You.

Sebelum dimulai, lita mendedikasikan tulisan ini untuk teman-teman sejak di bangku sekolah sampai di perkuliahan. Sampai pada saatnya nanti, kita sudah diberikan tanggung jawab mengurus keluarga kecil kita sendiri. Semoga semuanya happy ending!💖 Semoga kalian-kalian yang membaca ini bisa ambil nilai positif dan jadi lebih baik bahagia dunia akhirat.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu agar menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah harapan semua manusia; agar bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari. Ya memang terlihat mudah dikatakan tetapi sulit dilakukan untuk pribadi yang sudah terlanjur berkecimpung dalam kesalahan. Manusia contohnya; sebab manusia adalah tempatnya salah dan khilaf terjadi. Hanya Allah SWT yang mampu menilai karena seringkali yang kita lakukan baik namun tidak baik dimata orang lain. Serba salah sih intinya.

Jikalau lita sedikit bercerita bagaimana lita bertahan hidup dalam dunia kelam dahulu sangatlah banyak. Sama halnya seperti puzzle yang kehilangan bagian-bagiannya dan sulit ditemukan. Bagaikan matahari dan bulan tanpa bumi. Mencoba mencari arah yang benar namun salah tujuan dan tempat bernaung. Pada akhirnya hanya penyesalan yang menghantui hari-hari sendiri sampai pada akhirnya sedikit depresi dan berhalusinasi. Ya, lita sendiri pernah seperti ini dulu dalam kurun waktu 2-3tahun lamanya. Masa-masa ini menurut lita pribadi, masa-masa tersulit dalam hidup sepanjang tahun hidup.

Tetapi disini lita bukan ingin menitikberatkan pada masalah lita saja. Kalau ditanya masalah semua orang pasti punya dengan tingkat yang tidak bisa ditebak. Ingat pernyataan “Orang yang selalu tertawa adalah orang yang paling menyedihkan dalam hidupnya”. Tetapi kita tidak bisa menjudge bahwa orang yang selalu kesepian dan menyendiri adalah orang yang selalu bahagia. Manusia memang memiliki sisi sensitif dan rahasia yang kita tidak bisa tebak. Kita hanya dituntut memperjuangkan hidup tanpa menyakiti dan mengucilkan orang lain. Kita diharapkan membuat orang lain bahagia dan ikhlas dalam hidupnya. Sungguh klise, Iya. Tapi itulah kenyataannya.

Semuanya terdengar munafik, klise dan sok sempurna? Memang. Tetapi itulah hal-hal sederhana yang harusnya kita lakukan sejak dulu kita sudah bisa berfikir dengan jernih. Kita perlu menghadapi seluruh penderitaan kita. Dan berusaha meminimalkan perasaan lemah dan takut. Tetapi kita juga tidak perlu malu untuk menangis, karena air mata merupakan saksi dari keberanian manusia yang paling besar hatinya untuk menderita dan ikhlas. Semua ada fasenya, fase dimana menderita sampai bahagia tiada tara. Semua bisa kita atur sendiri jikalau kita memiliki visi dan misi dalam hidup yang berkelanjutan dan selalu ikhlas melakukannya.

Lanjut nih. Kayanya lumayan panjang. Hehe.

Lantas bagaimana lita bisa berubah sedemikian rupa dan bisa membahagiakan diri sendiri? Caranya mudah namun sulit dilakukan jika amarah dan nafsu masih menghantui. Kunci perubahan yang sangat utama adalah “Ikhlas termasuk Istiqomah, Istikharah, Ikhtiar dan terakhir Istigfar.” Jika semua digabungkan menjadi Tulus dan Ikhlas ajaibnya lagi, Tulus dan Ikhlas digabungkan menjadi Hati yang bersih sebersih awan dilangit. Memang semuanya terkesan hanya dalam perkataan sampai saat ini-pun lita masih menerapkannya. Namun, kesempatan tidak datang dua kali. Apa salahnya berbuat amalan baik menjadikan hati yang bersih walaupun bertahap.

[Surat Al-Isra’ ayat 80]

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا .

“dan Katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.”

Btw, tenang guys. Semuanya tidak dapat dilakukan secara langsung alias harus bertahap. Indomie pun harus dimasak walaupun katanya instan, oleh karenanya tidak ada yang instan. Semuanya berproses dan kita (termasuk lita) harus tawakal dan sabar menjalaninya. Satu hal lagi yang menyelamatkan lita dari banyak masalah kelam hidup dahulu. “Cinta dan Kasih sayang”. Mudah kan? Namun menemukan orang yang ikhlas mencintai kita selain keluarga sulit. Ada pernyataan juga “Kita diselamatkan oleh cinta dalam cinta dari Allah SWT dan mengembalikannya kepada ciptaan Allah SWT”.

Nah semuanya mudah. Namun kita harus punya resolusi dan visi misi setelah kita paham benar apa yang diutarakan diatas. Resolusi itu adalah tolok ukur kita apakah bisa berubah lebih baik ataukah berubah menjadi lebih buruk. Jikalau perlu, tuliskan dengan besar resolusi perubahan hidupmu dalam secarik kertas dan simpan baik-baik ketika sudah waktunya bukalah. Jikalau kamu bisa berubah seperti apa yang lita lakukan, Demi nama sendiri, bahagia bukan kepalang. Dan berhasil membuktikan bahwasannya; Ayat ini benar dan kita termasuk kedalam manusia-manusia pengejar surga.

[Surat Ar-Ra’d ayat 11]

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”

Pepatah berikutnya;
“Hiduplah seakan-akan anda hidup untuk kedua kalinya, Dan betindaklah seakan-akan anda sedang bersiap-siap untuk melakukan kesalahan yang pertama kalinya.”

Sama seperti lita sekarang. Perubahan itu ada tapi berjalan dengan waktu dan tujuan yang tepat. Kita bisa memilih sesuai kapasitas kita sendiri. Jangan berkecil hati jikalau masih belum ada perubahan mungkin usahamu belum keras atau Allah SWT masih ingin memperbaiki hati dan dirimu lebih baik. Keep positive vibe all the ways. Seiring berjalannya waktu perubahan itu pasti akan terjadi.

Diri kita adalah investasi terbaik untuk keluarga kita kelak. Bertemu dengan banyak orang dan bisa seperti sekarang yang kita lihat termasuk perubahan yang baik. Berinteraksi satu sama lain dan akhirnya memiliki keluarga sendiri juga adalah sebuah pencapaian terbaik dari perubahan. Juga bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan banyak cobaan dan ujian sehingga menambah pengalaman dan ilmu lebih. Tidak lupa senantiasa tawakal dan berdoa serta berusaha mencapai hati yang bersih. Perubahan itu sangat besar walaupun membutuhkan waktu lama. Yang jelas yakinkan diri kita bisa melakukannya.

Teruntuk kamu yang ingin memperbaiki diri lebih baik dan bahagia dunia akhirat. Jangan lupa nasihati teman dan sahabat tidak lupa keluarga dengan tatacara yang baik (bukan didepan umum). Jangan sekali-kali membenci orang yang membuatmu hancur justru cintailah mereka seperti yang lain. Perlakuan mereka sama saja hanya berbeda di tatacara dan penyampaiannya. Jauhkan iri hati dan dengki. Jangan lupa ikhlas dan tulus melakukan sesuatu dan selalu ingat Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus (tanpa melupakan orang tua dan keluarga pastinya).

Jangan lupa IKHLAS, TULUS, SABAR, CINTA DAN KASIH SAYANG semua prosesnya menjadikan hati kita lebih bersih dan terhindar dari hal-hal yang tidak disukai Allah SWT.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.