Sajak ditengah Subuh.

Subuh mengingatkanku pada;
tangisan, rintihan, penat dan sekujur risau dada
tergenang air yang mengalir kuat
diiringi riung tenda pengingat duduk diantara dua syahadat.

Dalam rintihan doa yang diharapkan;
secangkir kopi tak dapat melaraskan kegusaran
bak intan yang terlanjur terbakar dan pekat
secercah harapan datang diantara banyak-banyak bayangan sinar kehampaan (walau amat temaram dimakan waktu).

Dan kudapati beberapa kisah dalam senyap;
aroma surgawi semerbak meracuni ruang
dihempas berbagai nyiur angin dan dingin
teracuni bau-bau hina anak-anak manusia
meski sudah beristikharah hingga pagi tiba.

Dalam rahim sajak ditengah subuh ini;
terdapat kudapan lezat mengenai dosa dan penghapusan yang teramat besar
walaupun penyair tak dapat mengalahkan bait-bait sucinya Al-Qur’an
sampai pagi menjelang hingga bait yang dilontarkan hilang
dosa dan pengharapan masih terus saja panjang.

Dan manusia sepertiku;
Hanya bisa berucap hidup dan matiku berpasrah dan berpendar pada-Mu.
Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.

#5 Motivasita – Mental Lemah?

Hello-sosmed world. Balik lagi aktif setelah sekian lama gak aktif buat nulis apalagi ngisi wordpress kaya tahun lalu. Goalsnya semoga tahun ini aku lebih banyak sumbangsih disini. Semoga terwujud dan makasih buat kalian yang mendukung dan selalu kasih pembaharuan saran buat kedepannya. Laft y’all✨

Tulisan ini aku buat karena beberapa waktu lalu aku sempat disingguh oleh kata ini. Singkat cerita aku mulai memikirkan beberapa konklusi kenapa manusia-manusia sekarang bilang dirinya punya “mental lemah” lantaran gak berani menyelesaikan masalah ataupun gak berani menunjukkan dirinya sendiri itu bisa. Itu terus terngiang sampai aku membuat tulisan ini, aku masih mikir banget. Mungkin juga aku dan kalian pernah begini? Langsung aja deh✨

Pertama banget, jangan anggap lemah dan enteng kata “mentah lemah” itu banyak pengertian banget gak sekadar kamu gak berani mengungkapkan perasaan yang kamu rasakan kepada orang lain. Mentah lemah bisa dikatakan penyakit kelainan jiwa, bisa juga dikatakan sebagai down syndrome (bisa kamu googling sendiri artinya apa aja). Jangan mudah ya teman-teman bilang kamu bermental lemah. Sekali lagi kamu kuat. Aku meyakini itu.

Pengertian mental lemah yang sesungguhnya itu disebut dengan lemah mental merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan pada kejiwaan yang disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor lingkungan dan kondisi psikologis. Gangguan kejiawaan ini biasanya diawali dengan stress yang tidak bisa diatasi kemudian berubah menjadi depresi berat yang sudah naik level menjadi gangguan jiwa. Penyakit mental ini terkadang lebih mengerikan dan lebih sulit disembuhkan dibandingkan dengan penyakit fisik. Oleh karena itu sangat perlu diwaspadai mengenai lemah mental ini. (Sumber; Selekta Kapita Kedokteran ditambah Google)

Gimana? Itu pengertian mental lemah yang sesungguhnya. Lumayan menyayat hati sih. Sebegitu rumitnya mental lemah dan banyak yang berspekulasi dirinya mental lemah lantaran “tidak bisa mengutarakan perasaan kepada orang lain” atau “takut berhadapan langsung dengan orang lain”. Memang kalau dibandingkan dengan pengertiannya, tapi semua tidak semudah itu. Semuanya punya standardisasi untuk mengutuk seorang bisa mengalami mental lemah tidak hanya karena suatu hal yang sepele.

Disini aku sedikit cerita pengalamanku pribadi. Aku pernah kok takut untuk memberikan pandanganku sendiri kepada orang lain. Takut menjalani kenyataan yang ada. Sampai-sampai harus bermasalah pada teman-temanku sendiri. Iya, itu salahku sendiri karena tidak bisa menerima kenyataan. Dan aku sudah bersyukur bisa ada diposisi sekarang. Semua manusia pernah mengalaminya dalam suatu dekade kesunyian dan kegelisahan dalam hidupnya. Kenyataannya, hidup itu klise; kamu harus mencoba berbagi kebahagiaan dan kesedihan dalam waktu yang sama.

Lanjut ya, menurutku sendiri ada beberapa penyebab yang aku pernah rasakan dan kalian rasakan mungkin. Tapi gak semata-mata dengan begitu kamu berpenyakit mental. Ini sekadar bacaan dan agar kita lebih bersyukur. Paling besar hanya dua;

1. Pengalaman Negatif dan Masalah Pribadi.

Adanya gangguan mental atau lemah mental juga bisa disebabkan adanya pengalaman negatif yang dialami oleh seseorang serta adanya masalah pribadi yang tidak diceritakan kepada siapapun. Sebuah masalah harus dikeluarkan dari dalam diri supaya tidak menjadi tekanan batin dan mengganggu jiwa. Hal ini kadang tidak disadari oleh orang yang bersangkutan dan cenderung diabaikan hal ini.

Menceritakan sebuah masalah kepada orang lain akan bisa membantu memecahkan masalah yang dihadapinya, setelah bercerita orang tersbeut akan merasa lebih lega dibandingkan dengan sebelumnya. Bercerita kepada orang lain atau istilahnya curhat bisa menjadi cara menghindari stres yang efektif. Jika masalah dan pengalaman negatif yang disimpan sendiri akan bisa membuat perubahan perilaku yang mungkin saja menjadi menyimpang seperti melukai diri sendiri. Melukai diri sendiri adalah ciri ciri depresi. Depresi harus segera diatasi agar tidak menyebabkan gangguan jiwa.

2. Trauma Psikologis.

Trauma psikologis sudah menjadi sebab umum dalam gangguan jiwa dan lemah mental. Trauma ini biasanya dipicu karena adanya sebuah kejadian yang tidak menyenangkan dan kerap datang menghantui. Gangguan itu bahkan bisa menjadikan halusinasi. Kalau sudah menjadi halusinasi maka akan sangat berbahaya karena orang tersebut bisa menjadi paranoid dengan lingkungan bahkan orang disekitarnya.

Orang yang mengalami trauma psikologis ini perlu mendapatkan bantuan dan dukungan dari orang terdekatnya untuk mendapatkan pengobatan yang manjur. Terkadang gejala trauma psikologis tidak hanya ditandai dengan adanya halusinasi saja. Trauma ini akan membawa perubahan perilaku terutama terhadap orang lain, membawa perubahan suasana hati sehingga dia akan sebentar senang, sebentar sedih dan menangis. Orang dengan trauma psikis sering mengalami insomnia.

Nah dari penyebab dan rincian yang sudah aku paparkan dari berbagai sumber rata-rata di internet; Pertanyaanku “Apakah kalian masih berfikir jiwa yang sehat dan bisa berfikir dengan jernih bisa berpenyakit mental padahal masalah di hidupnya tergolong biasa saja?” Kalian bisa jawab dalam hati dan nurani kalian sendiri temen-temen. Gak mudah kan? Enggak.

Lalu muncul kan pertanyaan kenapasih ada banyak bahkan aku sendiri dulu pernah ada diposisi mengatakan mentalku pernah lemah?
Jawabannya ya cuman satu; Kurang Bersyukur.
Kurang banyak-banyak berterimakasih atas karunia dan berkah yang sudah diberikan. Seharusnya kita bisa lebih bisa mengikhlaskan kejadian dan setiap momen yang tidak dapat kita bayangkan kesedihan dan kesunyiannya. Seperti kataku tadi; hidup memang klise.

Aku menemukan artikel bagus; dikutip dari media CNN Indonesia dalam bidang Gaya Hidup. Judulnya “Melatih mental agar kuat” dari semua alasannya aku ambil beberapa yang akan aku muat ulang. ((https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170418141849-277-208384/11-kebiasaan-untuk-membangun-mental-yang-kuat))

1. Adaptasi dengan Perubahan.

Untuk membangun mental kuat mesti fleksibel dan terus menerus beradaptasi. Tahu bahwa ketakutan akan perubahan hanya akan menimbulkan kehawatiran dan cemas berlebihan. Hanya dengan mampu menerima perubahan dan menemukan yang baik di dalamnya dengan tangan terbuka seseorang akan dapat menjadi lebih baik.

2. Menerima Kegagalan.

Menganggap gagal adalah jalan menuju kesuksesan. Setiap orang belajar dari kesalahan untuk mengetahui apa yang mesti dilalui. Caranya dengan melihat dari sudut pandang yang lain atau out of the box. Temuan besar biasanya lahir dari bagaiman cara menghadapi kegagalan.

3. Tidak menjadikan kesalahan sebagai Beban.

Orang yang mentalnya kuat tahu bagaimana menempatkan fokus perhatian yang mempengaruhi emosionalnya. Ketika akan menyelesaikan masalah yang dihadapi, atasi emosi negatif dan stres. Fokus pada apa yang mestinya dilakukan dan ubah emosi negatif menjadi positif dan memetik pelajaran dari kesalahan.

4. Tidak membandingkan diri dengan orang lain.

Setiap orang memiliki atau menghadapi hal berbeda. Membandingkan orang lain hanya akan membatasi diri. Rasa iri hati hanya akan membuat energi negatif dan melelahkan. Supaya mental kuat hindari buang waktu dan energi untuk hal-hal yang tidak semestinya perlu dikhawatirkan. Ketika merayakan kesuksesan orang lain, ada manfaat yang juga diperoleh.

Dari keempatnya sangat-sangat penting untuk kelangsungan hidup kita kedepan. Kadang kita tidak bisa membuat hidup kita bahagia, tapi kita bisa menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Dengan sederhananya saja, kita bisa tersenyum melihat orang lain bahagia juga. Dengan sesempurnanya doa kita ketika sedang beribadah kepada Tuhan. Sebab, Takdir dan Rezeki sudah diatur. Kita hanya patut menjalankan semuanya dengan ikhlas dan tulus. Terlepas orang lain akan membalas baik ataupun buruk kita boleh mawas diri tapi tak boleh menutup diri bahkan mengutuk diri sendiri.

Bahagia itu diciptakan dengan sedikit rasa cinta dan kasih sayang walaupun terdapat luka dan getir. Tetaplah hidup itu bermakna apapun yang terjadi. Percayalah, semua akan baik namun pada waktunya. Selalu berserah dan berdoalah untuk kebahagiaan orang lain maka kebahagiaanmu akan dilipatgandakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Semangat berubah lebih baik. Semangat!!!! Jangan lupa; ingatkan aku sebagai yang mengingatkan untuk berbuat sama. Sebab hatiku dan kalian sama. Pernah merasakan luka dan getirnya hidup jua.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.