Arundaya.

Sukma menyingsing penuh arti
Kirana masih menyembul dengan hati-hati
Lantaran Dewi masih membutakan matanya perlahan namun pasti.

Diksiku semakin lacur dan mati
Diantara sela-sela hati yang menanti jati diri
Mungkin aku kurang mengetahui mata angin kini
Utara, Selatan atau Timur yang di nanti.

Perlahan—waktu mulai terik
Sinarnya lasik terkurung awan berbisik
Senaran syahdu nafas bumi makin menelisik
Hingga dadaku bergetar tak bergeming.

Seraya senja yang mulai padam
Hingar bingar malam yang sudah tertutup aurora dini
Jati diri masih saja masih mencari-cari arti
Lantas, dayaku masih terbaring disini
Menanti fajar yang asri membentang cakrawala dengan penuh mimpi.

Best Regrads,

Rislita Nindya Indriyani.